October 24, 2020

Seharusnya Lopetegui Tolak Jadi Pelatih Madrid

Lopetegui dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Real Madrid pada Selasa 30 Oktober 2018 pagi-pagi sekali WIB. Pemecatan tersebut terjadi sesudah Lopetegui menjabat sebagai pelatih Madrid sekitar 139 hari! Hanya dalam kurun enam bulan, Lopetegui dua kali dipecat dari jabatan sebagai pelatih. Sebelumnya, dua hari jelang bergulirnya Piala Dunia 2018, Lopetegui dipecat Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) sebab diam-diam menjalin kesepakatan dengan Madrid.

Jika Lopetegui tidak menerima tawaran dari Madrid, bukan tak barangkali Lopetegui berhasil besar bareng Spanyol ketika ini. Andai melihat situasi saat ini, terdapat baiknya Lopetegui menampik tawaran Madrid pada musim panas 2018. Di bawah asuhan Lopetegui, Spanyol tampil luar biasa. Dari 20 pertandingan di seluruh kompetisi, Isco Alarcon dan kawan-kawan mengumpulkan 14 menang dan enam imbang. Hal tersebut berarti dalam kurun masa-masa tersebut, Spanyol tak terkalahkan!

Bahkan dalam perjalanan 20 pertandingan itu, Spanyol sempat menghadapi lawan-lawan powerful macam Italia, Jerman, Spanyol dan Belgia. Bahkan juara Piala Dunia 2018, Prancis, diungguli Spanyol dengan skor 2-0 dalam laga uji jajaki yang diadakan di Stade de France pada 28 Maret 2017. Perez memimpin Madrid dalam dua periode, yaitu 2000-2006, serta 2009 sampai saat ini. Dalam dua periode itu, lelaki berusia 70 tahun tersebut sudah 16 kali menunjuk pelatih. Hal tersebut menunjukkan bahwa Perez familiar sebagai lelaki bersumbu pendek, alias sosok tidak sabaran yang tidak jarang memecat pelatih.

Hal yang sama pun dilaksanakan Perez terhadap Lopetegui. Berdasarkan keterangan dari Berita Sepakbola lelaki asal Spanyol itu melulu memberi masa-masa 139 hari untuk Lopetegui. Setelah tak terdapat perbaikan hasil, Perez tidak segan memecat Lopetegui yang sebelumnya tidak mempunyai pengalaman menangani klub besar. Lopetegui memang pernah menangani kesebelasan nasional sebesar Spanyol. Akan tetapi, pelatih 52 tahun tersebut belum pernah mengajar tim besar di level klub. Sebelum menangani Madrid, Lopetegui melulu pernah membesut Rayo Vallecano dan FC Porto di level klub. Karena itu, saat dihadapkan dengan pemain bintang masing-masing harinya, Lopetegui terlihat keadaan bingung mengkoordinir semua personelnya tersebut. Imbasnya, hasil buruk juga diterima Madrid di musim 2018-2019.