October 20, 2020

Rembang yang mendisplay Batik Lasem

Di salah satu stand pameran yang direkomendasikan Ikatan Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Tengah tampak menarik perhatian banyak pengunjung. Gerai ini dimiliki oleh Seni Batik Layla Kabupaten Rembang.

Pemilik Seni batik wanita Layik ini adalah mahasiswi terakhir Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Safi’atulaila Masaroh (24). Di pendirian Laila, panggilan akrabnya dengan ibunya, Kasruah, menjelaskan kepada pengunjung apa itu batik Lasem dan apa detail fiturnya.

Laila yang berdomisili di Desa Pandan RT 09 RW 03, Kabupaten Pancur, Rembang ini datang ke Kudus dengan harapan bisa memperkenalkan Batik Lasem. “Setiap ada yang menyebut nama Lasem, pasti kita membayangkan batik,” kata Laila tadi malam.

Di rumah, ia juga memiliki galeri sendiri untuk menjalankan produksinya dengan dibantu sejumlah orang mulai dari pembuat pola hingga pembatik untuk membantu staf pengerjaan kain batik hingga siap dijual. “Saya tidak bisa membatik sendiri yang bisa menjadi ibu, saya hanya fokus pada beberapa pameran di Jawa Tengah. Yang terakhir saya ikuti adalah pasar Tahun Baru Imlek Semarang,” terangnya.

Laila mengaku sering mengikuti pameran atas inisiatifnya sendiri, mencari tahu di mana ada pameran dan bagaimana cara mengikuti pameran. Ia mengatakan sering mengikuti pameran yang diadakan di kampus, seperti Unnes, Unissula, Unika dan sejumlah pameran lain di dalam dan sekitar Semarang.

Di usianya yang masih belia, Laila bisa diartikan sebagai pemuda yang waspada dan berjiwa wirausaha. Laila menyampaikan bahwa setiap motif batik memiliki makna. Diantaranya adalah motif burung hong, naga, rama-rama yang melambangkan cinta, kelelawar yang melambangkan keberuntungan, rusa melambangkan maruah dan kura-kura melambangkan umur panjang.

“Dalam perkembangannya, motif batik Lasem diperkaya. Untuk menunjukkan kedaerahan, batik Lasem memiliki tiga corak yang khas. Yakni motif latohan, sekarjagad dan kricakan,” terangnya sambil menampilkan berbagai jenis motif batik. .

Ketika pengelana bertanya apa itu Latohan? Laila langsung menjelaskan bahwa Latohan merupakan buah atau tumbuhan yang menyerupai rumput laut yang biasa dimasak warga Lasem sebagai salap. “Motif latohan sendiri berupa rangkaian buah yang agak membujur,” ujarnya.

Laila juga memaparkan ciri-ciri Batik Lasem yaitu memiliki ciri-ciri kakak pahit (darah ayam merah) dan biru. Warna pantai memang identik dengan cahaya, ujarnya.

Harga Batik Lasem Laila mulai dari Rp 150.000 hingga Rp jutaan. “Warna dan corak batik menentukan harga batik Lasem,” jelasnya.