September 28, 2020

Pewarna Alami Untuk Batik

Saat ini, dengan semakin banyaknya masyarakat yang mempromosikan “Green Eco”, masyarakat cenderung menggunakan produk yang ramah lingkungan, sehingga batik yang diburu juga merupakan batik yang lebih ramah lingkungan. Biasanya baju batik ini dibuat dengan pewarna alami dan tidak menggunakan pewarna kimia (sintetik). Meski warna batik dengan pewarna alam tidak semenarik pewarna kimia yang cenderung lebih cerah dan cerah, namun kisaran harga batik dengan pewarna alam lebih tinggi karena pengerjaannya lebih rumit dan memakan waktu lebih lama. .

Batik tradisional yang diproduksi pada zaman dahulu sebelum ditemukannya pewarna kimia juga menggunakan tumbuhan alami yang dapat menghasilkan warna. Tanaman penghasil warna yang digunakan dalam produksi batik antara lain:

Daun alpukat

Alpukat adalah pohon yang menghasilkan buah berbentuk oval tunggal yang terdapat pada rongga daging buah. Pohon alpukat memiliki daun berwarna hijau elips dengan tepi rata. Daun alpukat bisa menghasilkan warna hijau kecoklatan.

Daun jati

Jati merupakan pohon yang berumur hingga 100 tahun. Pohon jati memiliki ketinggian hingga 30-45m. Setengah tinggi pohon ini dapat memiliki batang hingga diameter 220 cm. Sedangkan daunnya berbentuk bulat hati dengan ujung runcing dan permukaan berbulu. Daun muda berwarna hijau kecoklatan, sedangkan daun tua berwarna abu-abu kehijauan tua. Pada musim kemarau tanaman ini akan kehilangan daun dan tumbuh kembali saat memasuki musim hujan. Daun jati muda dapat digunakan sebagai pewarna alami dan menghasilkan warna merah kecoklatan.

Kulit kayu dan daun mangga

Tanaman mangga merupakan jenis pohon yang hidup pada iklim yang agak kering. Tinggi pohon mangga bisa mencapai lebih dari 40m, namun untuk pohon mangga domestik biasanya hanya 10m. Batang mangga tegak, bercabang agak kuat, dengan daun lebat membentuk mahkota indah berbentuk kubah, lonjong, atau memanjang. Pohonnya memiliki kulit kayunya yang tebal dan kasar serta memiliki sisik yang digunakan untuk batang daun. Kulit kayu tua biasanya berwarna coklat keabu-abuan, abu-abu tua sampai hampir hitam. Kulit kayu dan daun pohon mangga menghasilkan warna hijau yang dapat digunakan sebagai pewarna batik.

Daun Kapuk rindu

Tanaman randu merupakan pohon yang tingginya mencapai 70 m dengan diameter mencapai 3 m. Pada batang pohon terdapat tonjolan kecil yang memiliki kulit kayu berwarna abu-abu, terdapat beberapa jenis janda yang batangnya tertutup duri berbentuk bulat. Cabang-cabang pohon tumbuh secara horizontal dan setiap daun terdiri dari 9-20 daun sepanjang 15 cm di atas pohon dewasa. Pabrikan daun kapuk berwarna abu-abu. Sedangkan bunganya dikelompokkan dalam ukuran kecil berwarna putih atau merah jambu. Buahnya berbentuk kapsul dan bila matang berwarna coklat dan meruncing di kedua ujungnya.

Bunga dan Daun Putri Malu

Tanaman putri pemalu merupakan tanaman yang banyak ditemukan di pinggir jalan, tumbuh di atas rumput dalam keadaan tidur namun terkadang tegak. Batang tanaman ini berbentuk bulat, berbulu dan berduri. Daunnya kecil-kecil dan tersusun majemuk, lonjong dengan ujung hijau lancip. Sang putri merasa malu, termasuk tanaman sensitif, karena jika tanaman ini disentuh, daunnya akan menutup. Tanaman ini memiliki bunga bulat berbentuk bola dan berwarna merah muda. Bunga dan daun putri malu dapat digunakan sebagai pewarna alami yang menghasilkan warna kuning kehijauan.