October 21, 2020

Pengertian Gangguan Depersonalisasi

Pengertian gangguan depersonalisasi merupakan gangguan yang terjadi pada seseorang secara terus-menerus dan berulang kali mempunyai perasaan bahwa hal-hal di sekelilingnya adalah hal yang tidak nyata. Selain itu juga memiliki perasaan dapat mengamati diri dari luar tubuh itu sendiri. Perasaan depersonalisasi cenderung sangat mengganggu dan terasa seperti kehilangan pegangan terhadap realitas dan hidup dalam mimpi.

Beberapa orang memiliki pengalaman melalui pengertian gangguan depersonalisasi di beberapa titik kehidupan. Akan tetapi ketika perasaan depersonalisasi terjadi terus menerus, atau tidak benar-benar berhenti. Oleh karena itu dianggap sebagai gangguan depersonalisasi. Gangguan depersonalisasi ini umumnya pada orang yang telah mengalami pengalaman traumatis. Gangguan depersonalisasi menjadi parah dan mungkin juga akan mengganggu hubungan orang sekitar, pekerjaan, dan juga kegiatan sehari-hari lainnya. Pengobatan untuk gangguan depersonalisasi tersebut termasuk kedalam obat-obatan dan psikoterapi.

Penyebab

Pengertian gangguan depersonalisasi adalah berupa gangguan yang dapat terjadi karena :

  • Yang pertama, tidak ada pemicu yang jelas.
  • Kemudian setelah peristiwa hidup yang cukup mengancam, misalnya kecelakaan dan penyerangan.
  • Diperkuat oleh oleh rasa takut memiliki akan suatu pengalaman depersonalisasi.

Gejala dan pengertian gangguan depersonalisasi tersebut tidak langsung disebabkan obat-obatan, alkohol, dan kondisi medis. Akan tetapi , depersonalisasi mungkin didukung oleh stres dan trauma, serta hal tersebut cukup sering terjadi dengan kondisi kesehatan mental misalnya kecemasan, depresi, atau skizofrenia. Pada beberapa kasus, hal ini dimulai tanpa sebab yang jelas secara tiba-tiba. Disamping itu, belum ditemukan penyebab yang pasti untuk gangguan depersonalisasi. Akan tetapi, sepertinya dapat dihubungkan dengan ketidakseimbangan dan membawa pesan kimia otak tertentu atau neurotransmitter.

 

Gejala

Gejala gangguan depersonalisasi sebagai berikut  :

  • Secara berulang dan terus-menerus mempunyai perasaan bahwa Anda merupakan pengamat luar dari pikiran dan tubuh Anda, atau juga bagian diluar tubuh Anda.
  • Respon indera dalam menanggapi respon lingkungan sekitar sudah mati rasa.
  • Memiliki perasaan seperti robot atau perasaan seperti hidup dalam mimpi atau dalam sebuah film
  • Merasa bahwa tidak dapat mengendalikan tindakan, juga tutur kata.
  • Kesadaran hanya perasaan, bukan realitas

 

Pengobatan

Pengobatan gangguan depersonalisasi dapat meliputi, antara lain:

  • Konseling psikologis

Konseling psikologis dapat membantu pasien dalam memahami tentang apa terjadi depersonalisasi dan melatih Anda untuk berhenti merasa khawatir tentang gejala yang terjadi. Gangguan depersonalisasi juga dapat membaik pada saat konseling dengan kondisi psikologis lain, seperti depresi.

  • Obat-obatan

Walaupun belum ada obat khusus yang telah disetujui untuk mengobati gangguan depersonalisasi. Tetapi, sejumlah obat biasanya digunakan untuk mengobati depresi serta kecemasan serta dapat membantu kondisi gangguan depersonalisasi. Contoh yang telah ditunjukkan untuk mengurangi gejala tersebut termasuk:

  • Fluoxetine (Prozac)
  • Clomipramine (Anafranil)
  • Clonazepam (Klonopin)

Yang perlu dipahami adalah kesehatan mental memerlukan waktu panjang untuk melakukan diagnosis dengan tepat. Studi dalam The Journal of Clinical Psychiatry tahun 2003, mengemukakan bahwa orang dengan gangguan ini sering mengalami depresi, kecemasan, bahkan keduanya. Hal ini penting dalam memberitahukan dokter tentang semua masalah kejiwaan yang Anda rasakan.

Jenis perawatan yang dirasa cukup efektif dalam mengatasi gejala depersonalization disorder yaitu dengan terapi. Terutama dengan terapi psikodinamik atau yang disebut juga dengan terapi perilaku kognitif.

Disamping itu, sejumlah obat antidepresan juga membantu, khususnya Anda yang mengalami depresi dan gangguan kecemasan. Namun, dikonsumsi sesuai dengan aturan dosis yang diberikan dokter agar hasilnya maksimal.